KABAR REPUBLIK, BULUNGAN – Kondisi sebagian armada DAMRI yang terlihat telah berusia lama sempat menjadi perhatian masyarakat, terutama untuk medan cukup menantang seperti rute Tanjung Palas Barat dan Tanjung Palas Timur.
Menanggapi hal tersebut, Manajer Usaha dan Teknik DAMRI, Jaelani, memastikan bahwa seluruh kendaraan yang saat ini dioperasikan tetap memenuhi standar keselamatan serta dinyatakan layak jalan.
Ia menjelaskan bahwa rencana pengembangan layanan, termasuk pembukaan rute Long Tunggu–Long Peso, sebenarnya telah masuk dalam perencanaan sebelumnya. Namun, realisasi rute tersebut masih menyesuaikan dengan kesiapan dan kondisi infrastruktur jalan.
Apabila kondisi di lapangan telah memungkinkan, DAMRI menyatakan siap menjalankan tugas sebagai operator angkutan untuk melayani kebutuhan mobilitas masyarakat.
Menjelang potensi peningkatan jumlah penumpang pada masa arus mudik, DAMRI mengaku telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak dini. Pemeriksaan kelengkapan kendaraan, aspek keselamatan, hingga perawatan armada dilakukan secara berkala sebelum dan sesudah operasional.
Meski sebagian armada yang digunakan masih merupakan unit lama, proses perbaikan dan pemeliharaan terus dilakukan secara bertahap sembari menunggu pengadaan atau penggantian armada baru.
“Medan yang dilalui memang cukup berat, namun perawatan kendaraan tetap kami jalankan secara rutin,” ujar Jaelani kepada awak media, Kamis (15/01/2026).
Saat ini, sistem perawatan armada dilakukan berdasarkan jarak tempuh dan periode waktu tertentu guna menjaga kondisi kendaraan tetap optimal.
Sementara itu, dari sisi pengawasan, Kepala Seksi Angkutan Dinas Perhubungan, H. Sapta Desrian, menegaskan bahwa tampilan luar kendaraan tidak dapat dijadikan tolok ukur utama kelayakan operasional. Setiap armada wajib menjalani pemeriksaan ramp check, khususnya menjelang periode mudik Lebaran.
Ia menambahkan, kendaraan yang tidak memenuhi ketentuan hasil ramp check tidak diperbolehkan beroperasi hingga dilakukan perbaikan sesuai standar yang ditetapkan.
Pemeriksaan meliputi sistem pengereman, kondisi mesin, keseimbangan kendaraan, serta berbagai aspek keselamatan lainnya.
Saat ini tercatat sekitar 17 armada DAMRI aktif beroperasi dan seluruhnya telah melalui pemeriksaan teknis. Dinas Perhubungan juga terus berkoordinasi dengan pihak DAMRI guna menekan risiko kecelakaan, termasuk melalui pengawasan pengemudi serta evaluasi jalur-jalur rawan.
Ke depan, rencana penambahan armada maupun pembukaan rute baru masih dalam tahap kajian dengan mempertimbangkan kondisi jalan, cuaca, serta kebutuhan masyarakat, guna memastikan layanan transportasi yang aman, terjangkau, dan berkelanjutan. (RT)




