NUNUKAN – Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala, S.E., M.Si. membuka Festival Seni dan Budaya Dayak Agabag Sungai Tulid Tahun 2026 yang digelar di Desa Kalunsayan, Kecamatan Tulin Onsoi, Kabupaten Nunukan, Rabu (25/2).
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-2 Baloi Adat Dayak Agabag.
Dalam sambutannya, Wagub Ingkong menyampaikan bahwa baloi adat memiliki peran penting sebagai simbol persatuan dan identitas masyarakat adat.
“Baloi adat bukan hanya tempat berkumpul. Ini adalah simbol persatuan dan jati diri masyarakat. Di sinilah nilai-nilai leluhur kita hidup dan diwariskan,” ujar Ingkong.
Ia menilai keberadaan Baloi Adat Dayak Agabag yang telah berdiri selama dua tahun turut memperkuat pelestarian budaya di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, festival budaya juga menjadi sarana memperkenalkan kekayaan tradisi Sungai Tulid sekaligus membuka peluang pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya, khususnya di wilayah perbatasan.
“Budaya adalah kekuatan kita. Dari sinilah identitas daerah diperkuat dan potensi ekonomi bisa tumbuh,” katanya.
Pada kesempatan tersebut, Wagub turut menyerahkan bantuan alat olahraga kepada masyarakat Desa Kalunsayan sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan generasi muda.
Ia mengajak masyarakat menjadikan momentum peringatan HUT ke-2 Baloi Adat Dayak Agabag untuk mempererat persaudaraan dan menjaga warisan budaya.
“Semoga semangat persatuan dan kecintaan terhadap budaya terus tumbuh dan menjadi kebanggaan bersama,” tutupnya. (dkisp)




