TANJUNG SELOR – Kejaksaan Tinggi Kalimantan Utara (Kejati Kaltara) menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi belanja hibah pembuatan Aplikasi Sistem Informasi Pariwisata (ASITA) pada Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara Tahun Anggaran 2021.
Penetapan tersangka tersebut disampaikan secara resmi kepada awak media oleh Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Kaltara, Andi Sugandi, Selasa, 10 Februari 2026. Ia menjelaskan, penetapan dilakukan oleh Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejati Kaltara sekitar pukul 16.00 WITA.
Adapun tiga tersangka yang ditetapkan masing-masing berinisial SMDN, selaku Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Utara pada tahun 2021; SF, yang menjabat sebagai Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) ASITA Kaltara periode 2020–2025; serta MI, yang merupakan pihak ketiga atau rekanan pelaksana kegiatan.
Dari ketiga tersangka tersebut, dua orang yakni SMDN dan SF langsung dilakukan penahanan dan ditempatkan di Rumah Tahanan (Rutan) Polresta Bulungan. Sementara itu, tersangka MI ditetapkan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) karena tidak memenuhi panggilan penyidik Tindak Pidana Korupsi Kejati Kaltara.
Para tersangka diduga melanggar ketentuan pidana sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, termasuk pasal penyertaan serta pidana tambahan berupa kewajiban pengembalian kerugian negara.
Kejati Kaltara menegaskan bahwa proses penyidikan akan terus dikembangkan secara menyeluruh guna mengungkap pihak-pihak lain yang diduga turut terlibat dalam perkara tersebut.
Perkara ini sebelumnya menjadi perhatian publik setelah tim penyidik Kejati Kaltara melakukan penggeledahan di tiga lokasi berbeda di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara pada akhir tahun 2025.
Andi Sugandi menambahkan, kasus dugaan korupsi ini berkaitan dengan proyek pembuatan aplikasi ASITA dengan nilai kontrak mencapai Rp 2,9 miliar.




