TARAKAN – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kota Tarakan menggelar kegiatan Musyawarah Kota (Mukota) ke VII yang mengusung tema “Sinergi Dunia Usaha Menuju Tarakan HIBOT”, di Gedung Serbaguna Pemerintah Kota Tarakan pada Sabtu (14/03/2026).
Kegiatan ini mempertemukan para pelaku usaha, pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya tak hanya untuk memilih formasi Pengurus KADIN yang baru, tetapi juga menjadi forum bersama untuk merumuskan program kerja dan arah kebijakan guna memperkuat peran dunia usaha dalam pembangunan di Kota Tarakan.
Agenda utama Mukota diawali dengan penyampaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode sebelumnya, serta pemilihan Ketua Umum KADIN Tarakan untuk masa jabatan 2026-2031.
Ketua Panitia Mukota ke VII KADIN Tarakan, Anton Joy dalam sambutannya menjelaskan bahwa proses penjaringan dan pendaftaran calon ketua telah dilakukan sejak sepekan sebelumnya, dan ditutup pada Kamis sore (12/3/2026), dengan satu calon saja yang mendaftarkan diri.
“Kami melaksanakan Mukota ke VII KADIN Tarakan sesuai prosedur yang berlaku. Saat ini terdapat satu calon ketua yang mendaftar. Sebelum pelaksanaan Mukota, panitia juga menggelar kegiatan Pra-Mukota yang bertujuan menyamakan persepsi antara pengurus KADIN Provinsi Kaltara dengan pengurus Tarakan, yang berlangsung pada Jumat sore (13/03/2026) di Hotel Tarakan Plaza”, ujar Anthon.
Di kesempatan ini, Effendy Gunardi, SE, M.M selaku Ketua KADIN Tarakan terpilih juga menyampaikan sambutannya. “Masa bakti 2020-2025 telah kita lalui dengan berbagai dinamika dan tantangan ekonomi yang luar biasa. Selama kurun waktu tersebut, KADIN Kota Tarakan senantiasa berupaya menjalankan amanat Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1987 dan Keputusan Presiden Nomor 18 Tahun 2022 sebagai wadah tunggal pembinaan, komunikasi, informasi, representasi, konsultasi, fasilitasi, dan advokasi bagi seluruh pengusaha”, papar Effendy.
“Kami telah berusaha menjadi mitra strategis Pemerintah Kota Tarakan dalam mendorong pemulihan ekonomi dan menciptakan iklim usaha yang kondusif bagi sektor swasta, koperasi, maupun BUMD,” imbuhnya.
Sinergi antara pelaku usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Melalui Mukota ini diharapkan lahir berbagai gagasan dan kolaborasi nyata yang mampu mendorong peningkatan investasi, penguatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membuka lebih banyak peluang kerja bagi masyarakat.
Untuk itu, tema Mukota VII KADIN Tarakan “Sinergi Dunia Usaha Menuju Tarakan HIBOT” ini, bukan sekadar slogan, tetapi menjadi komitmen bersama untuk memperkuat sinergi dalam memajukan perekonomian Tarakan.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Tarakan, Forkopimda, stakeholder, perbankan, sponsor, serta berbagai asosiasi yang telah mendukung perjalanan KADIN Tarakan selama ini. Harapannya, kepengurusan periode 2026–2031 akan lebih solid, kokoh, dan mampu mendampingi perkembangan ekonomi Kota Tarakan,” pungkasnya.
Melalui Mukota ke VII ini, KADIN Tarakan diharapkan mampu melahirkan kepengurusan yang solid serta program kerja yang berpihak pada penguatan iklim usaha, sehingga dunia usaha di Tarakan dapat berkembang lebih pesat dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah di Kalimantan Utara. (YD)




