KABAR REPUBLIK, BULUNGAN — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Tanjung Harapan mengimbau masyarakat Kalimantan Utara, khususnya wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan yang diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.
Imbauan tersebut disampaikan Forecaster BMKG Tanjung Harapan, Cristianto Sihombing, saat memberikan keterangan kepada awak media pada Selasa (6/1/2026), terkait prakiraan cuaca periode 7 hingga 14 Januari 2026.
Ia menjelaskan bahwa dalam rentang waktu tersebut, wilayah Tanjung Selor masih berada dalam kondisi berpotensi hujan dengan intensitas bervariasi, namun umumnya berada pada kategori sedang dan terjadi secara berulang. Untuk periode 7 hingga 8 Januari, Kalimantan Utara, khususnya Tanjung Selor, masih diprakirakan mengalami hujan dengan intensitas sedang. Memasuki tanggal 9 sampai 12 Januari, potensi hujan tersebut diperkirakan masih berlanjut. BMKG menilai Tanjung Selor tetap masuk dalam wilayah dengan potensi hujan sedang, terutama dengan durasi hujan yang relatif panjang.
Meski intensitas hujan tergolong sedang, kondisi hujan yang terjadi secara terus-menerus tetap perlu diwaspadai oleh masyarakat. Selanjutnya, pada 13 hingga 14 Januari, tren hujan diperkirakan masih berlanjut. Kondisi ini dipengaruhi oleh mulai aktifnya Monsun Asia serta adanya gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang melintas di wilayah Kalimantan Utara.
Selain potensi hujan, BMKG juga mengingatkan masyarakat yang berada di wilayah pesisir dan perairan Kalimantan Utara agar lebih berhati-hati. Saat ini terpantau adanya sirkulasi siklonik di wilayah Laut Cina Selatan bagian utara Kalimantan, yang berpotensi meningkatkan tinggi gelombang laut. Kondisi tersebut dapat menyebabkan gelombang laut lebih tinggi dari biasanya, sehingga masyarakat pesisir dan pengguna transportasi laut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Sebagai upaya meningkatkan kesiapsiagaan, BMKG Tanjung Selor telah membentuk grup informasi cuaca yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Melalui wadah tersebut, BMKG secara rutin menyampaikan informasi cuaca terkini, mulai dari peringatan dini hingga potensi cuaca ekstrem, termasuk hujan lebat dan genangan air di wilayah Tanjung Selor.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk aktif memantau media sosial resmi BMKG, khususnya Instagram, yang secara berkala memperbarui informasi prakiraan cuaca serta analisis potensi cuaca ekstrem.
Pada periode 6 hingga 12 Januari, wilayah Kalimantan Utara juga diprakirakan dipengaruhi oleh sirkulasi angin utara, yang menyebabkan pola hujan bersifat lokal namun dapat berlangsung dalam durasi cukup lama. Terkait tingkat kewaspadaan, BMKG menetapkan status waspada untuk wilayah Tanjung Selor dengan kategori hujan intensitas sedang.
Meskipun tidak termasuk hujan sangat lebat atau ekstrem seperti yang terjadi di sejumlah wilayah lain di Indonesia, masyarakat tetap diimbau untuk waspada, terutama terhadap dampak hujan berdurasi panjang. Hujan yang berlangsung lama berpotensi menimbulkan genangan air, khususnya di daerah cekungan atau wilayah dengan sistem drainase yang kurang baik akibat akumulasi curah hujan.
BMKG mengingatkan masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan, menghindari aktivitas di wilayah rawan, serta rutin memantau informasi cuaca resmi guna mengantisipasi potensi dampak cuaca yang dapat terjadi. (RT)




