KABAR REPUBLIK – Tana Tidung – Melakukan Inspeksi Mendadak disejumlah titik pasar, Bupati Kabupaten Tana Tidung, Ibrahim Ali, didampingi Kapolres AKBP Eko Nugroho dan sejumlah pejabat Forkopimda.
“Kita hari ini melakukan inspeksi pasar dalam rangka mengecek persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri, kita dengan Forkopimda, BPS dan Pemerintah Daerah Kabupaten Tana Tidung”, ucapnya. Kecuali minyak goreng merek Minyak Kita, harga sembako dan kebutuhan lainnya, cendrung stabil dan terjangkau. Berdasarkan hasil temuan di lapangan, harga minyak goreng tersebut dijumpai jauh diatas harga eceran resmi. Minyak Kita yang mestinya hanya dikisaran Rp15ribu per pcs, naik hingga Rp22ribu per pcs.
“Minyak Kita ini kan subsidi pemerintah pak, dalam rangka menjaga stabilitas supaya harga minyak untuk kebutuhan masyarakat itu tidak melonjak dengan harga seperti ini. Tadi kami temukan di dalam pasar tadi itu, harga sampai dengan Rp20ribu, tapi harga di dalam label itu sudah tertera Rp.15.700 pak. Nah, ini nanti jadi ketidakwajaranlah”, tegasnya. Menurut pengakuan salah seorang pedagang, kenaikan itu terjadi lantaran pengambilan harga di agen minyak goreng Tarakan telah menaikkan harga diatas harga subsidi. Menyikapi hal itu, pemerintah bersama Polres akan berkoordinasi dengan Polda Kaltara untuk memantau kenaikan harga minyak subsidi yang tak wajar tersebut.
“Kita nanti akan menyediliki sumber Minyak Kita ini dari mana. Tadi kan belum pasti itu sumbernya dari mana. Kalau memang itu dari Tarakan harganya sudah naik, kita akan tembusan ke Polda untuk melakukan pengecekan di Tarakan, “jelas Kapolres.
“Karena kita sudah membeli dengan harga Rp.20 ribu memang sudah mahal. Tapi tadi harga yang dari Bulog, Minyak Kita masih standart, harga Rp.16ribu lah, masih terjangkau. Dan kedepan, saya perintahkan anggota untuk melakukan pengecekan, “imbuhnya.
“Sebenarnya kemarin sudah dilakukan pengecekan, dan ada peneguran dari pusat. Nah, ini kami belum tahu tindak lanjutnya dari peneguran tersebut. Untuk sementara, ditingkat Propinsi yang menegur,” tegasnya. Selain Minyak Kita, di Pasar Induk, Imbayut Taka sendiri, secara umum kebutuhan pokok hingga lauk dan sayur relatif normal, namun harga cabe relatif mengalami kenaikan hingga 15 persen.
Kapolres juga akan memastikan dan menindak tegas para pedagang sesuai peraturan yang berlaku,
jika terjadi permainan harga yang mengarah ke pidana. (SMO)




