JAKARTA – Indonesia Creative Cities Network (ICCN) melakukan audiensi dengan Wakil Menteri Kebudayaan RI Giring Ganesha Djumaryo, Jumat (13/02), untuk membahas penguatan strategi pemajuan kebudayaan berbasis kreativitas.
Pertemuan tersebut membahas integrasi entitas kreatif dalam kebijakan kebudayaan nasional serta penguatan peran ICCN sebagai mitra Kementerian Kebudayaan.
Ketua Umum ICCN T.B. Fiki C. Satari memaparkan kesiapan organisasi yang disebut telah memiliki jejaring di 38 provinsi. Dalam periode kepengurusan 2025–2028, ICCN mengusung 11 program utama bertajuk Catha Ekadasa dan tiga program pendukung yang diterjemahkan ke dalam 54 kegiatan strategis.
“Tujuan besar kami di periode ini adalah memastikan setiap inisiatif kreatif memberikan dampak ekonomi dan sosial yang berkelanjutan bagi daerah,” ujar Fiki.
Dalam pertemuan tersebut, Komite Eksekutif ICCN Dwinita Larasati menyoroti perkembangan global yang menempatkan kebudayaan sebagai salah satu pilar dalam agenda pembangunan berkelanjutan pasca-2030. Ia juga menyinggung Kerangka Kerja Statistik Kebudayaan (FCS) UNESCO 2025 yang diluncurkan pada MONDIACULT 2025 di Barcelona sebagai standar global dalam mengukur kontribusi ekonomi dan sosial kebudayaan.
ICCN mengusulkan pembentukan Komite Kerja Nasional UNESCO Creative Cities Network (UCCN) Indonesia guna memperkuat posisi kota-kota kreatif Indonesia di tingkat internasional.
Direktur Aktivasi Kebudayaan dan Pusaka ICCN M. Anwar memaparkan konsep Nusantara Living Museum sebagai upaya menjadikan warisan budaya tidak hanya sebagai artefak, tetapi terintegrasi dalam aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.
“Kota tanpa budaya adalah pohon tanpa akar. Namun, kota dengan budaya tanpa tata kelola yang baik hanyalah pohon tanpa batang,” ujar Anwar.
Ia menambahkan bahwa penguatan tata kelola menjadi kunci agar potensi budaya dapat memberikan manfaat berkelanjutan.
Sementara itu, Deputi Data, Penelitian, dan Indeks Kreatif ICCN Amar Alpabet F.Z. menjelaskan pengembangan Super Platform ICCN sebagai sistem berbasis data untuk mendukung pengambilan kebijakan.
“Platform ini akan menjadi alat krusial untuk memetakan ekosistem riset dan melibatkan seluruh stakeholder secara akurat,” jelas Amar.
Menanggapi paparan tersebut, Wakil Menteri Kebudayaan Giring Ganesha Djumaryo menyampaikan apresiasi atas inisiatif ICCN dalam merancang peta jalan pengembangan kebudayaan berbasis kreativitas.
“Kementerian Kebudayaan berperan sebagai core scope (lingkup utama), sementara ICCN adalah penggerak ekonomi kreatif yang merawat kebudayaan sekaligus menciptakan dampak ekonomi. Koordinasi ini sangat penting karena ICCN-lah yang mampu menyentuh masyarakat melalui simpul-simpul kreatifnya,” tegas Giring.
Hasil audiensi tersebut akan ditindaklanjuti melalui rapat kerja terbatas ICCN 2026 guna menyusun langkah teknis pelaksanaan program yang selaras dengan kebijakan Kementerian Kebudayaan.
ICCN merupakan jejaring lintas komunitas kreatif yang menghubungkan lebih dari 254 kota dan kabupaten di Indonesia.




