Friday, October 16, 2026

Bulan K3 Nasional, Wagub Ingkong Soroti Pentingnya Keselamatan Kerja

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala, S.E., M.Si. menegaskan pentingnya penguatan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam peringatan Bulan K3 Nasional yang digelar di Lapangan PT. Abdi Borneo Plantations, Desa Apung, Kamis (12/2).

Ingkong bertindak sebagai pembina upacara dan membacakan amanat Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Yassierli. Dalam amanat tersebut ditegaskan bahwa peringatan Bulan K3 Nasional tidak sekadar agenda seremonial, melainkan momentum evaluasi komitmen perlindungan tenaga kerja.

“Indonesia memiliki lebih dari 146 juta pekerja yang tersebar di berbagai sektor. Di balik angka besar itu, ada risiko yang tidak kecil. Dari industri hingga perkebunan, dari pertambangan hingga ekonomi digital, keselamatan kerja menjadi hal yang tidak bisa diabaikan,” kata Ingkong saat membacakan amanat Menaker.

Menurutnya, K3 merupakan fondasi dunia kerja yang sehat. Pengelolaan K3 yang baik dinilai dapat meningkatkan rasa aman pekerja, mendorong produktivitas, serta memperkuat daya saing.

Ia juga menyoroti masih terjadinya kecelakaan kerja yang menunjukkan adanya kelemahan dalam sistem.

“Kecelakaan terjadi karena masih ada proses kerja yang tidak aman, peralatan yang kurang layak, pengawasan belum maksimal, dan budaya K3 yang belum kuat,” ujarnya.

Ingkong menekankan bahwa penguatan K3 harus dilakukan secara menyeluruh dan tidak bersifat reaktif. Perubahan pola pikir serta perbaikan sistem kerja menjadi bagian penting dalam membangun budaya keselamatan.

Dalam amanat tersebut juga disampaikan bahwa sepanjang 2025, Kementerian Ketenagakerjaan telah melakukan sejumlah langkah penguatan, antara lain penyempurnaan regulasi dan standar K3, pelatihan serta sertifikasi berkelanjutan, digitalisasi layanan K3, dan penguatan integritas layanan bersama Perusahaan Jasa Keselamatan dan Kesehatan Kerja (PJK3).

Kolaborasi dengan BPJS Ketenagakerjaan, dunia usaha, asosiasi profesi, perguruan tinggi, dan pemerintah daerah juga terus ditingkatkan.

Tahun ini, Bulan K3 Nasional mengusung tema “Membangun Ekosistem Pengelolaan K3 yang Profesional, Andal dan Kolaboratif”, yang menekankan pentingnya kerja sama lintas sektor dalam pencegahan kecelakaan kerja.

“K3 bukan hanya aturan. K3 adalah nilai. Setiap pekerja berhak pulang dengan selamat. Produktivitas dan keselamatan harus berjalan bersama,” tegasnya.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan penyerahan penghargaan Zero Accident kepada pegawai terpilih serta simulasi pemadaman kebakaran sebagai bagian dari edukasi dan peningkatan kesiapsiagaan di lingkungan kerja. (dkisp)

Trending Sepekan

Ketua Karang Taruna Kaltara Tinjau Program Perpus Tarpus di Bulungan

BULUNGAN – Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Utara Wiwit...

22 Perkara Pidana Ditangani Polres Tarakan, Curanmor Jadi Perhatian

TARAKAN – Polres Tarakan mencatat sebanyak 22 perkara tindak...

Pemerintah resmi membatasi akses platform digital bagi anak di bawah 16 tahun mulai 28 Maret 2026.

Kabar Republik - Mulai 28 Maret 2026, pemerintah Indonesia...

Guru Di Luwu Utara Alami Penganiayaan Saat Tegur Siswa Yang Bolos

KABAR REPUBLIK — Seorang guru bernama Arpan Lisman (28)...

Kabar For You

spot_imgspot_imgspot_img

Related Articles

21.3k Followers
Follow

Popular Categories

spot_imgspot_img