KABAR REPUBLIK — Penjual es gabus bernama Sudrajat (50) mengaku mengalami perlakuan kekerasan saat didatangi petugas Bhabinkamtibmas dan Babinsa di lokasi jualannya di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (24/1/2026). Sudrajat sebelumnya dituding menjual es berbahan spons.
Menurut keterangannya, es gabus yang dijual diremas hingga tumpah. Sisa dagangan tersebut kemudian dipaksa dimasukkan ke mulutnya. Ia mengaku telah menjelaskan bahwa es tersebut merupakan es kue berbahan tepung hunkwe, namun penjelasan itu tidak dihiraukan.
“Bukan kayak kapas bedak, ini es asli, es kue,” ujar Sudrajat.
Sudrajat juga menuturkan dirinya mengalami serangkaian tindakan kekerasan, mulai dari dilempar es ke wajah, disabet menggunakan selang sebanyak beberapa kali, digampar, ditonjok, hingga ditendang menggunakan sepatu boots. Ia mengaku sempat disekap di pos keamanan sejak pukul 22.00 WIB hingga sekitar 02.00 WIB dini hari.
Selain itu, Sudrajat menyebut dirinya dipaksa berdiri dengan satu kaki dan hampir disiram air kotor. Ia mengaku tidak menerima permintaan maaf atas perlakuan tersebut. Peristiwa itu membuatnya trauma dan memutuskan tidak kembali berjualan di Kemayoran.
Di sisi lain, pihak kepolisian menyatakan hasil uji laboratorium terhadap es gabus yang dijual Sudrajat memastikan produk tersebut aman dikonsumsi dan tidak mengandung bahan berbahaya.




