Tuesday, September 1, 2026

IHSG Anjlok 8% Usai Kebijakan MSCI, BEI Janji Perkuat Transparansi Free Float

KABAR REPUBLIK — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kejatuhan tajam pada perdagangan Rabu (28/1/2026). IHSG anjlok sekitar 8% ke level 8.261,79 atau turun 718 poin pada penutupan intraday sesi kedua. Koreksi dalam tersebut membuat perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat dihentikan sementara atau trading halt sesuai ketentuan yang berlaku.

Tekanan jual terjadi hampir di seluruh saham yang aktif diperdagangkan. Tercatat sebanyak 768 saham melemah, delapan saham stagnan, dan hanya 28 saham yang menguat. Nilai transaksi terpantau sangat besar, mencapai Rp31,92 triliun dengan volume 45,40 miliar saham yang ditransaksikan dalam 2,96 juta kali transaksi.

Anjloknya IHSG terjadi seiring respons pelaku pasar terhadap pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) terkait penilaian free float saham-saham Indonesia dalam MSCI Global Standard Indexes. Dalam keterangannya, MSCI menyatakan masih terdapat kekhawatiran investor global terhadap transparansi struktur kepemilikan saham di Indonesia, meskipun terdapat perbaikan minor pada data free float yang disampaikan oleh Bursa Efek Indonesia.

MSCI menjelaskan, sebagian investor mendukung penggunaan laporan Monthly Holding Composition Report dari Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai data tambahan. Namun demikian, masih terdapat kekhawatiran signifikan terkait kategorisasi pemegang saham yang dinilai belum cukup andal untuk mendukung penilaian free float dan kelayakan investasi. MSCI juga menyoroti keterbatasan transparansi kepemilikan saham serta potensi perdagangan terkoordinasi yang dapat mengganggu pembentukan harga wajar.

Sejalan dengan kondisi tersebut, MSCI menerapkan perlakuan sementara (interim treatment) untuk sekuritas Indonesia yang berlaku efektif segera. Dalam kebijakan ini, MSCI membekukan kenaikan Foreign Inclusion Factor (FIF) dan jumlah saham (Number of Shares/NOS) hasil peninjauan indeks maupun aksi korporasi. Selain itu, MSCI tidak akan menambahkan saham Indonesia ke dalam MSCI Investable Market Indexes (IMI) serta menahan migrasi naik antar segmen ukuran, termasuk dari small cap ke standard. MSCI juga membuka kemungkinan penurunan bobot saham Indonesia di MSCI Emerging Markets Indexes, bahkan potensi reklasifikasi Indonesia menjadi frontier market, dengan tetap melalui proses konsultasi pasar.

Investment Analyst Infovesta Kapital Advisori, Ekky Topan, menilai pengumuman MSCI tersebut meningkatkan risiko volatilitas dan membuka peluang terjadinya arus keluar dana asing, terutama pada saham-saham yang sensitif terhadap pergerakan dana berbasis indeks.

Menanggapi kondisi tersebut, Bursa Efek Indonesia menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan MSCI bersama self-regulatory organization (SRO) lainnya, yakni KSEI dan PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan. BEI menyatakan masukan dari MSCI merupakan bagian penting dalam upaya memperkuat kredibilitas pasar modal Indonesia.

Corporate Secretary BEI Kautsar Primadi menyampaikan bahwa BEI berkomitmen meningkatkan transparansi data pasar, termasuk penyediaan informasi free float yang lebih akurat dan andal. Sebagai langkah konkret, BEI telah mempublikasikan data free float secara komprehensif melalui situs resmi BEI sejak 2 Januari 2026 dan akan memperbaruinya secara rutin setiap bulan.

Dengan langkah-langkah tersebut, BEI optimistis dapat meningkatkan daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global serta memperkuat kepercayaan investor terhadap pasar modal nasional.

Trending Sepekan

Sucofindo Tarakan, Melaksanakan Buka Puasa Ramadan 1447 Hijriah Bersama Karyawan dan Keluarga.

"KABAR REPUBLIK, Tarakan" - PT. Sucofindo (Persero) Cabang Tarakan...

Gubernur Zainal Minta Pokir DPRD Diperkuat sebagai Instrumen Pembangunan

TANJUNG SELOR – Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara menegaskan bahwa...

Lagi Malas saat diajak Bukber, 5 Alasan Menolak Ajakan Bukber Teman.

Tarakan, Kabar Republik -- Musim Ramadan identik dengan agenda...

Bulan K3 Nasional, Wagub Ingkong Soroti Pentingnya Keselamatan Kerja

TANJUNG SELOR – Wakil Gubernur Kalimantan Utara Ingkong Ala,...

Karya Kreatif Bernilai Jutaan Rupiah, Usaha Pengrajin Rotan di Bulungan mengoptimalkan sumber daya alam

Kabar Republik, BULUNGAN - Karya Seni ditunjukkan oleh Alex...

Kabar For You

Pendapatan Negara di Kaltara Tembus Rp2,4 Triliun, Meski Defisit Masih Menjadi Tantangan

KABAR REPUBLIK, BULUNGAN – Realisasi pendapatan negara di Provinsi...

Kasus Kriminal Bulungan 2025, Naik Hampir Menyentuh 45 Persen

KABAR REPUBLIK, BULUNGAN – Sepanjang tahun 2025, kondisi keamanan...

Sucofindo Tarakan, Melaksanakan Buka Puasa Ramadan 1447 Hijriah Bersama Karyawan dan Keluarga.

"KABAR REPUBLIK, Tarakan" - PT. Sucofindo (Persero) Cabang Tarakan...

Gubernur Kaltara Dukung Investasi Pabrik Minyak Goreng, Target Operasi 2027

TANJUNG SELOR – Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal...

Gubernur Kaltara Buka Konferda API, Dorong Sinergi Lintas Agama

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara Zainal A. Paliwang membuka...

Pemprov Kaltara Dorong Implementasi Program Pendidikan Sesuai Kondisi Daerah

TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara Dr. H. Zainal A....

Persiapan Porprov II Kaltara di Malinau Masuk Tahap Akhir, Jumlah Cabor Bertambah

TANJUNG SELOR – Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov)...
spot_imgspot_imgspot_img

Related Articles

21.3k Followers
Follow

Popular Categories

spot_imgspot_img