TANJUNG SELOR – Persiapan pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara (Kaltara) 2026 di Kabupaten Malinau kini telah memasuki tahap akhir. Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) memastikan seluruh tahapan utama penyelenggaraan berjalan sesuai rencana, mulai dari kesiapan venue hingga finalisasi cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan.
Ketua Panwasrah Porprov II Kaltara 2026, Dr. Wiyono Adie, M.SE., MPPM, mengungkapkan bahwa proses persiapan yang intensif sejak tahun 2025 kini sudah berada di fase penyelesaian. Ia menegaskan bahwa setiap keputusan strategis telah melalui pembahasan panjang antara KONI Kaltara, Pemerintah Provinsi Kaltara, Pemerintah Kabupaten Malinau, hingga KONI Malinau selaku tuan rumah.
“Seluruh hasil koordinasi tersebut telah dituangkan dalam berita acara resmi yang menjadi landasan pelaksanaan Porprov II Kaltara. Prinsipnya, keputusan yang kami ambil didasarkan pada kajian matang dan kesepakatan seluruh pihak terkait,” ujar Wiyono Adie, Rabu (10/6/2026).
Salah satu poin krusial dalam perkembangan terbaru adalah penyesuaian jumlah cabang olahraga yang dipertandingkan. Awalnya, direncanakan terdapat 46 cabor ditambah satu nomor mini soccer. Namun, merujuk pada hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) KONI 2026, terdapat peluang penambahan cabor yang diproyeksikan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028.
Dua cabang olahraga baru yang diusulkan masuk adalah lari trail dan triathlon. Dengan penambahan tersebut, total nomor pertandingan menjadi 48 cabang olahraga ditambah satu nomor mini soccer, sehingga secara keseluruhan terdapat 49 nomor pertandingan.
Wiyono menjelaskan bahwa usulan penambahan ini telah dikomunikasikan dengan Pemkab Malinau dan KONI Malinau.
“Secara prinsip, tidak ada kendala berarti terhadap penambahan dua cabang olahraga tersebut,” tambahnya.

Meski demikian, Panwasrah saat ini masih menunggu keputusan resmi dari KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga terkait daftar final cabor yang akan dipertandingkan pada PON XXII mendatang di Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Kita tetap bergerak karena Porprov harus segera dilaksanakan. Kami terus berkoordinasi agar persiapan tetap berjalan paralel,” jelasnya.
Selain pemantapan cabor, Panwasrah juga telah memulai tahapan teknis penyelenggaraan. Langkah-langkah strategis yang sedang dilakukan meliputi penunjukan Technical Delegate (TD), persiapan rapat koordinasi teknis (Rakornis), serta agenda Chef de Mission (CDM) Meeting.
Terkait waktu pelaksanaan, Wiyono menegaskan bahwa jadwal masih mengacu pada target semula, yakni September 2026. Hingga saat ini, belum ada keputusan resmi yang mengubah jadwal penyelenggaraan ajang olahraga bergengsi di Bumi Benuanta tersebut.




