Saturday, October 17, 2026

Pendapatan Negara di Kaltara Tembus Rp2,4 Triliun, Meski Defisit Masih Menjadi Tantangan

KABAR REPUBLIK, BULUNGAN – Realisasi pendapatan negara di Provinsi Kalimantan Utara hingga November 2025 tercatat mencapai Rp2,4 triliun. Capaian tersebut mencerminkan kinerja penerimaan negara yang relatif positif di wilayah Kalimantan Utara.

Meski demikian, tantangan masih muncul pada sisi belanja negara, khususnya terkait defisit anggaran serta efektivitas pemanfaatan dana negara agar benar-benar berdampak bagi masyarakat. Hal ini disampaikan Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Kalimantan Utara, Ika H. Novianti, dalam konferensi pers APBN 2025 yang digelar di Lantai 3 Kantor DJPB Kalimantan Utara, Jalan Sutoyo, Tanjung Selor, Senin (29/12/2025).

Ia menjelaskan bahwa pendapatan negara tersebut bersumber dari penerimaan perpajakan sebesar Rp2.049,54 miliar serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp346,76 miliar. Dari sektor perpajakan, Pajak Penghasilan nonmigas masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp852,07 miliar.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi dan usaha masyarakat di Kalimantan Utara memiliki peran cukup signifikan dalam mendukung penerimaan negara.

Namun demikian, besarnya pendapatan tersebut belum mampu menutupi total belanja negara di daerah. Hingga November 2025, belanja negara di Kalimantan Utara tercatat mencapai Rp11.163,87 miliar.

Kondisi tersebut menyebabkan terjadinya defisit fiskal regional sebesar Rp8.767,57 miliar. Struktur belanja negara masih didominasi oleh Dana Bagi Hasil yang mencapai Rp4.121,66 miliar, menandakan tingkat ketergantungan daerah terhadap transfer pemerintah pusat masih cukup tinggi.

Ia menegaskan bahwa ke depan tantangan utama tidak hanya terletak pada peningkatan pendapatan negara, tetapi juga pada bagaimana belanja negara dapat dikelola secara produktif dan memberikan dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Berbeda dengan kondisi fiskal pusat, keuangan daerah Kalimantan Utara justru menunjukkan kondisi yang relatif sehat. Hingga November 2025, pendapatan daerah tercatat sebesar Rp9.552,49 miliar, sementara belanja daerah mencapai Rp7.472,13 miliar, sehingga menghasilkan surplus sebesar Rp2.080,35 miliar.

Meski mencatat surplus, komposisi belanja daerah masih menjadi perhatian. Belanja pegawai masih mendominasi dengan porsi 38,92 persen, sementara belanja modal baru berada pada angka 10,99 persen. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian agar ruang fiskal untuk pembangunan jangka panjang dapat lebih optimal.

Dari sisi makroekonomi, kinerja ekonomi Kalimantan Utara juga menunjukkan tren positif. Pada triwulan III tahun 2025, ekonomi Kalimantan Utara tumbuh sebesar 4,61 persen secara tahunan.

Pertumbuhan tersebut didorong oleh percepatan pembangunan Proyek Strategis Nasional, khususnya Kawasan Industri Hijau Indonesia, serta meningkatnya investasi swasta di wilayah tersebut.

Sementara itu, tingkat inflasi pada November 2025 tercatat sebesar 2,72 persen dan masih berada dalam rentang terkendali. Neraca perdagangan pada Oktober 2025 juga mencatat surplus sebesar US$68,77 juta.

Meski indikator ekonomi menunjukkan kondisi yang cukup stabil, Kementerian Keuangan menilai masih diperlukan perhatian lanjutan, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat, pemerataan pembangunan antarwilayah, serta penguatan sektor produksi agar pertumbuhan ekonomi dapat berlangsung secara merata dan berkelanjutan.

Isu strategis lainnya adalah besarnya potensi ekonomi hijau yang dimiliki Kalimantan Utara. Provinsi ini memiliki tutupan lahan mencapai 86,90 persen yang didominasi hutan primer dan sekunder, serta 13 kesatuan hidrologis gambut dengan luas sekitar 347.541 hektare.

Di sektor energi, potensi Pembangkit Listrik Tenaga Air Sungai Kayan diperkirakan mencapai 9.000 megawatt. Selain itu, Kalimantan Utara juga memiliki potensi besar untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya, dengan tingkat radiasi matahari rata-rata 4 hingga 5 kWh per meter persegi per hari.

Namun, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, diperlukan peran aktif pemerintah pusat dan daerah dalam menarik investor strategis, khususnya di sektor energi bersih.

Pemberian insentif fiskal yang tepat sasaran dinilai menjadi salah satu kunci untuk mendorong investasi hijau sekaligus memperkuat fondasi perekonomian Kalimantan Utara ke depan.

Dengan capaian pendapatan negara yang menembus Rp2,4 triliun, Kalimantan Utara dinilai memiliki modal awal yang cukup baik. Ke depan, arah pembangunan daerah akan sangat ditentukan oleh kualitas belanja, ketepatan kebijakan fiskal, serta keberanian melakukan transformasi menuju ekonomi hijau yang inklusif dan berkelanjutan. (RT)

Trending Sepekan

Ketua Karang Taruna Kaltara Tinjau Program Perpus Tarpus di Bulungan

BULUNGAN – Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Utara Wiwit...

22 Perkara Pidana Ditangani Polres Tarakan, Curanmor Jadi Perhatian

TARAKAN – Polres Tarakan mencatat sebanyak 22 perkara tindak...

Kerja Dari Rumah (WFH) Satu Kali Seminggu, Kebijakan Presiden Tekan Konsumsi BBM

Kabar Republik,- Presiden Prabowo Subianto menerapkan kebijakan kerja dari...

Guru Di Luwu Utara Alami Penganiayaan Saat Tegur Siswa Yang Bolos

KABAR REPUBLIK — Seorang guru bernama Arpan Lisman (28)...

Kabar For You

Perempuan Bulungan Suarakan “Stop Kekerasan” Di Peringatan 16 HAKTP

KABAR REPUBLIK, BULUNGAN — Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan...

Pengacara Jambret Istri Hogi: “Kami Tak Mendapat Keadilan”

Kuasa hukum dua pelaku jambret yang m3n1ngg4l dunia, Misnan...

Awal Tahun 2026, Ditpolairud Polda Kaltara Gelar Kenaikan Pangkat Untuk 41 Personel

KABAR REPUBLIK-TARAKAN - Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud)...

Dorong Penguatan Tata Kelola, Sekprov Kaltara Apresiasi Kinerja ASN

Kabar Republik, TANJUNG SELOR – Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan...

22 Perkara Pidana Ditangani Polres Tarakan, Curanmor Jadi Perhatian

TARAKAN – Polres Tarakan mencatat sebanyak 22 perkara tindak...

Hj. Rahmawati DPR RI Kunjungi Petani Bulungan: Suara dan Harapan Petani Kaltara

BULUNGAN - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR...

Bupati Lombok Tengah Sebut Keracunan MBG Sebagai Hal Yang Wajar

Lombok Tengah - Bupati Lombok Tengah, Pathul Bahri, pada...
spot_imgspot_imgspot_img

Related Articles

21.3k Followers
Follow

Popular Categories

spot_imgspot_img