TANJUNG SELOR – Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) II Kalimantan Utara 2026 menegaskan bahwa tidak semua cabang olahraga (cabor) bisa langsung melenggang ke ajang multi-event yang akan digelar di Kabupaten Malinau tersebut. Panwasrah memberlakukan sejumlah persyaratan ketat sebagai dasar penilaian sebelum menetapkan cabor masuk dalam daftar pertandingan resmi.
Ketua Panwasrah Porprov II Kaltara 2026, Dr. Wiyono Adie, M.SE., MPPM, menjelaskan bahwa seleksi ketat ini dilakukan demi menjaga kualitas kompetisi. Penilaian didasarkan pada aspek organisasi, kesiapan sarana (venue), hingga relevansinya dengan pembinaan atlet jangka panjang.
“Kita tidak bisa memasukkan semua cabang olahraga tanpa melihat kesiapan organisasinya. Pengurus Provinsi (Pengprov) harus aktif dan memiliki kepengurusan di tingkat kabupaten/kota yang memadai,” ujar Wiyono.
Wiyono membeberkan salah satu syarat mutlak yang harus dipenuhi adalah legalitas organisasi. Sebuah cabor minimal harus memiliki tiga kepengurusan tingkat kabupaten/kota yang aktif dan sah agar bisa dipertandingkan di Porprov II.
Selain urusan administrasi, kesiapan infrastruktur di Malinau selaku tuan rumah juga menjadi faktor penentu. Panwasrah saat ini tengah mencermati beberapa cabor yang membutuhkan fasilitas khusus karena keterbatasan sarana di lokasi.
Beberapa contoh cabor yang memerlukan pembahasan mendalam terkait kesiapan lokasi pertandingan antara lain: Ski Air dan Layar.
“Tidak menutup kemungkinan ada cabang olahraga yang perlu didiskusikan lebih lanjut karena keterbatasan venue. Ini masih menjadi pembahasan tersendiri,” tambahnya.
Porprov II Kaltara ini bukan sekadar ajang unjuk gigi di tingkat daerah, melainkan bagian dari cetak biru (blueprint) pembinaan atlet menuju PON XXII Tahun 2028. Oleh karena itu, cabor yang dipilih akan diarahkan agar selaras dengan nomor pertandingan yang berpotensi diperlombakan di ajang nasional tersebut.

Menariknya, hasil Rakernas KONI 2026 membuka peluang bertambahnya jumlah cabor yang dipertandingkan di PON mendatang. Kondisi ini turut memengaruhi penyesuaian daftar cabor di tingkat Porprov Kaltara.
Saat ini, rancangan awal mencatat ada 48 cabor ditambah satu nomor mini soccer yang direncanakan bertanding. Namun, angka tersebut bersifat dinamis.
“Daftar tersebut masih dapat berubah menyesuaikan keputusan final dari KONI Pusat dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora),” jelas Wiyono.
Di sisi lain, Panwasrah memastikan bahwa seluruh tahapan persiapan Porprov II Kaltara sudah memasuki fase akhir. Fokus panitia kini tertuju pada pemantapan aspek teknis pelaksanaan, meliputi:
– Penunjukan Technical Delegate (TD)
– Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis)
– Chief de Mission (CDM) Meeting
Mengenai waktu pelaksanaan, Panwasrah menegaskan belum ada perubahan. Porprov II Kaltara masih ditargetkan berlangsung pada September 2026 mendatang.
“Sepanjang belum ada keputusan baru, kita tetap mengacu pada jadwal yang sudah disepakati sebelumnya,” pungkas Wiyono.




