Saturday, October 17, 2026

ICCN Akan Menyelenggarakan Indonesia Culture Festival 2026

Indonesia Creative Cities Network (ICCN) akan mengadakan Indonesia Culture Festival (ICF) pada tanggal 8 hingga 10 Mei 2026 di Malang. ICF 2026 dihadirkan dengan perspektif inovatif dalam memahami kebudayaan. Melalui pendekatan Living Museum, festival ini menegaskan bahwa budaya bukan sekadar pertunjukan semata, melainkan sebuah sistem dinamis yang berfungsi dalam kehidupan sehari-hari. Malang. Rabu, (6/5/26).

Ketua Umum ICCN, Tb. Fiki Satari, menjelaskan bahwa ICCN menghadirkan ICF 2026 bukan hanya sebagai sebuah acara budaya biasa, melainkan sebagai ekosistem budaya yang hidup, berkembang, dan berkelanjutan.

“Festival ini dirancang sebagai living museum Indonesia, sebuah ruang di mana budaya tidak hanya dipamerkan, tetapi dihidupkan, dialami, dipelajari, dan diwariskan secara autentik. Di sini, tradisi bertemu inovasi. Budaya bertemu kreativitas. Komunitas bertemu kolaborasi,” ujarnya.

Fiki Satari menambahkan bahwa Indonesia Culture Festival akan menjadi wadah hidup bagi para seniman, komunitas, pelaku ekonomi kreatif, UMKM, generasi muda, serta masyarakat lintas daerah dan budaya. Festival ini bukan sekadar panggung pertunjukan, melainkan sebuah ekosistem yang mengintegrasikan budaya, lingkungan, ekonomi rakyat, teknologi, edukasi, dan placemaking dalam satu pengalaman kolektif.

Dengan pendekatan ekosistem tersebut, festival ini diharapkan mampu menghidupkan ruang dan identitas lokal, memperkuat jejaring budaya, membuka peluang ekonomi kreatif, menjaga keberlanjutan lingkungan, serta membangun masa depan budaya Indonesia yang relevan secara global. Karena budaya bukan hanya warisan masa lalu; budaya adalah energi yang menggerakkan masa depan bangsa.

“Indonesia Culture Festival: A Living Museum of Indonesia. Bukan Sekadar Festival, Melainkan Ekosistem Budaya Indonesia,” tegasnya.

Di kawasan Boon Pring, budaya diwujudkan dalam praktik nyata, mulai dari pengelolaan sumber daya alam hingga pola relasi sosial masyarakat.

Ketua Yayasan Lintas Batas, Seto Hari Wibowo, menilai bahwa pendekatan ini sangat penting untuk mengubah paradigma publik.

“Selama ini, budaya sering dipandang sebatas sesuatu yang dipertunjukkan. Padahal, budaya berfungsi mengatur cara hidup, ekonomi, bahkan hubungan manusia dengan alam,” ungkapnya.

Deputi Ekosistem Kreatif ICCN, Zandri Aldrin, menekankan pentingnya membangun sebuah ekosistem, bukan sekadar menyelenggarakan event semata.

“Kami tidak hanya membuat festival sekali waktu. Kami sedang membangun sistem yang memungkinkan budaya menjadi sumber daya ekonomi yang berkelanjutan,” paparnya.

Project Leader sekaligus Direktur Aktivasi Kebudayaan & Pusaka ICCN, Muhammad Anwar, menegaskan bahwa budaya harus dipahami sebagai praktik hidup yang melekat.

“Budaya bekerja dalam kehidupan sehari-hari. Ketika budaya dihidupkan, bukan sekadar dipertunjukkan, dampaknya akan terasa nyata baik secara sosial maupun ekonomi,” jelasnya.

ICF dirancang sebagai ruang aktivasi melalui rangkaian workshop, diskusi, dan cultural residency yang memperlihatkan bagaimana budaya beroperasi secara konkret. Forum Leader’s Talk dan berbagai sesi diskusi akan mengangkat isu-isu strategis seperti ekonomi kebudayaan, penjenamaan kota, dan penciptaan ruang sebagai bagian dari penguatan ekosistem.

ICF juga mendorong kolaborasi lintas sektor melalui fasilitasi business matching dan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) guna memperluas jejaring dan sinergi.

Trending Sepekan

Ketua Karang Taruna Kaltara Tinjau Program Perpus Tarpus di Bulungan

BULUNGAN – Ketua Karang Taruna Provinsi Kalimantan Utara Wiwit...

22 Perkara Pidana Ditangani Polres Tarakan, Curanmor Jadi Perhatian

TARAKAN – Polres Tarakan mencatat sebanyak 22 perkara tindak...

Guru Di Luwu Utara Alami Penganiayaan Saat Tegur Siswa Yang Bolos

KABAR REPUBLIK — Seorang guru bernama Arpan Lisman (28)...

Gubernur Zainal Kukuhkan Pengurus Karang Taruna Provinsi Masa Bakti 2025–2030

TANJUNG SELOR – Pengurus Karang Taruna Provinsi Kalimantan Utara...

Kabar For You

DPKP Kaltara Fungsikan Cek Point Pengawasan Ternak Mulai 2 Maret 2026

TANJUNG SELOR – Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP)...

Apel Polda Kaltara: Tingkatkan Patroli di Pusat Keramaian Melalui Operasi Lilin Kayan 2025

KABAR REPUBLIK, BULUNGAN – Patroli dan pengamanan di tempat...

Tak Hanya Logistik, PT MIP Berikan Layanan Kesehatan dan Trauma Healing bagi Korban Gempa NTT

TANA TIDUNG – Kepedulian terhadap korban bencana kembali ditunjukkan...

Pasca IHGMA Resmi Dilantik, Gubernur Harap Industri Hotel Angkat Citra Daerah

KABAR REPUBLIK, TARAKAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Dr....

Perempuan Bulungan Suarakan “Stop Kekerasan” Di Peringatan 16 HAKTP

KABAR REPUBLIK, BULUNGAN — Peringatan 16 Hari Anti Kekerasan...

Skandal File Epstein Kembali Bergulir: Jon Stewart Kritik DOJ yang Dianggap Lindungi Donald Trump

WASHINGTON D.C. – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) dilaporkan...

Dukung Ketahanan Pangan, Polsek Tarakan Timur Lakukan Patroli Dialogis Bhabinkamtibmas

KABAR REPUBLIK, TARAKAN – Dalam rangka mendukung program ketahanan...
spot_imgspot_imgspot_img

Related Articles

21.3k Followers
Follow

Popular Categories

spot_imgspot_img